Washington DC – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie menanggapi langkah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam memperkuat hubungan dagang dan investasi dengan Amerika Serikat (AS), termasuk melalui Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang akan ditandatangani bersama Presiden AS Donald Trump.
Anindya, yang akrab disapa Anin, menilai kesepakatan tersebut memberikan sinyal positif bagi dunia usaha kedua negara, khususnya terkait skema tarif yang dinilai kompetitif.
“Harapan Kadin dan yang kami dengar, tarif 19 persen itu sudah sangat kompetitif. Apalagi beberapa produk-produk ekspor kita yang menggunakan komponen dari Amerika (Serikat) bisa bahkan turun sampai dibebaskan dari tarif. Nah ini sangat menarik, tapi harus dipelajari detailnya,” ujar Anin di Washington DC, AS, Rabu (18/02/2026) waktu setempat.
Anin menegaskan bahwa pelaku usaha perlu mencermati secara rinci ketentuan teknis dalam ART agar manfaatnya dapat dioptimalkan, terutama bagi sektor manufaktur dan industri bernilai tambah.
Menurut Anin, sejumlah asosiasi industri juga mulai menjajaki peluang kolaborasi konkret dengan mitra di AS sebagai tindak lanjut kesepakatan tersebut.
“Tadi saya bicara dengan salah satu pimpinan Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) yang ada di sini. Mereka ingin bicara dengan counterpart-nya supaya melihat apa yang bisa diimpor dari Amerika (Serikat), tapi nantinya diolah dan dikirim balik ke Amerika (Serikat) dengan ada nilai tambah,” kata Anin.
Skema ini dinilai Anin sejalan dengan agenda hilirisasi dan peningkatan daya saing ekspor nasional.
“Kalau memang permintaannya dari Amerika (Serikat) tentu masuk akal, apalagi kalau tarifnya nol,” tambah Anin.
Lebih lanjut, Anin menekankan bahwa Kadin mendukung penuh diplomasi ekonomi yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo. Dalam sambutannya pada sesi roundtable Business Summit in Honor of H.E. Prabowo Subianto, President of the Republic of Indonesia bersama US Chamber of Commerce (USCC), US-ASEAN Business Council (USABC) dan US-Indonesia Society (USINDO), Presiden Prabowo menegaskan bahwa perjanjian perdagangan Indonesia-AS memiliki arti penting bagi dunia usaha dan investasi kedua negara.
“Hal ini memberikan sinyal yang jelas bahwa Indonesia dan Amerika Serikat memilih untuk melanjutkan kerja sama ekonomi yang lebih dalam, akses pasar yang lebih kuat, dan kepastian yang lebih besar bagi dunia bisnis,” kata Presiden Prabowo, dikutip dari laman resmi presidenri.go.id.
Presiden juga menekankan bahwa kepastian merupakan faktor utama dalam menarik investasi. Stabilitas, supremasi hukum, serta tata kelola pemerintahan yang baik menjadi fondasi penting dalam menciptakan iklim usaha yang sehat.
“Tidak ada yang ingin berinvestasi dalam situasi atau suasana ketidakpastian, ketidakstabilan, atau bahkan kekacauan. Kita sangat beruntung bahwa Indonesia telah menikmati periode stabilitas dan perdamaian yang relatif cukup panjang,” ujar Presiden Prabowo.
Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM RI sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, CIO Danantara Pandu Sjahrir, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Duta Besar Republik Indonesia untuk AS Dwisuryo Indroyono Soesilo.
Sementara dari Kadin Indonesia, turut hadir Wakil Ketua Umum Koordinator (WKUK) Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia James T. Riady, WKUK Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan dan Pembangunan Berkelanjutan Kadin Indonesia sekaligus Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta W. Kamdani, Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Hubungan Luar Negeri Kadin Indonesia Bernardino M. Vega, WKU Bidang Hilirisasi Kadin Indonesia Tony Wenas yang juga hadir sebagai President Director PT Freeport Indonesia, WKU Bidang Kawasan Ekonomi Khusus, Kawasan Industri dan Proyek Strategis Nasional Kadin Indonesia sekaligus CEO Wiraraja Group Akhmad Ma’ruf Maulana.
Usai roundtable Business Summit, Prabowo Subianto menyaksikan penandatanganan 11 nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) senilai 38,4 miliar dolar AS antara pelaku usaha Indonesia dan AS dalam acara Gala Iftar Dinner in Honor of H.E. Prabowo Subianto, President of the Republic of Indonesia yang diselenggarakan oleh US-ABC.
Penandatanganan 11 MoU ini menjadi wujud konkret kolaborasi sektor pemerintah serta swasta kedua negara di berbagai bidang, mulai dari pertambangan dan hilirisasi, energi, agribisnis, tekstil dan garmen, hingga manufaktur furnitur danpengembangan teknologi.
Dilansir situs resmi presidenri.go.id, adapun daftar nota kesepahaman yang ditandatangani adalah sebagai berikut:
1. Memorandum of Agreement tentang Critical Mineral, ditandatangani oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani dan President & CEO Freeport-McMoRan Kathleen Quirk dan President Director PT Freeport Indonesia Tony Wenas;
2. MoU Oilfield Recovery antara Pertamina dan Haliburton, ditandatangani oleh CEO Pertamina Simon Mantiri dan President Director Haliburton Ankush Balla;
3. MoU di bidang Agrikultur (Jagung) antara PT. Cargill Indonesia, PT Arena Agro Andalan dan Cargill Inc, ditandatangani oleh Managing Director Amcham mewakili Fanny Hosea PT Sorini Agro Asia Corporindo (Cargill Indonesia) Donna Priadi dan Director International Government Relations (China & APAC) at Cargill Elizabeth Struse;
4. MoU tentang Cotton antara Busana Apparel Group dan U.S. National Cotton Council, ditandatangani oleh Chief Marketing Officer Busana Apparell Manish Virmani serta Senior Government Relations Director for National Cotton Council Jeff Kuckkuck;
5. MoU tentang Cotton antara Daehan Global dan U.S. National Cotton Council, ditandatangani oleh CEO of Daehan Global Boo Hyung Lee dan Senior Government Relations Director for National Cotton Council Jeff Kuckkuck;
6. MoU tentang Shredded Worn Clothing antara Asosiasi Garment dan Textile Indonesia, PT Pan Brothers dan Ravel, ditandatangani oleh CEO PT PAN Brothers Ludijanto Setijo dan CEO Ravel Zahlen Titcomb;
7. MoU tentang Furnitur antara ASMINDO (Indonesian Furniture Industry & Handicraft Association) dan Bingaman and Son Lumber, Inc, ditandatangani oleh CEO Vivere Group (ASMINDO) Dedy Rochimat dan Director of Exports Jeremy Roupp;
8. MoU tentang Semikonduktor antara Galang Bumi Industri dan Essence, ditandatangani oleh President Director Ahmad Maaruf Maulana dan President Director Chester Coleman;
9. MoU tentang Semikonduktor antara Galang Bumi Industri (GBI) dan Tynergy Technology Group, ditandatangani oleh Director GBI Kadafi Yahya Muhamad dan President Direkturr Yan Purba;
10. Transnational Free Trade Zone Friendship antara Galang Bumi Industri dan Solanna Group LLC, ditandatangani oleh Director Tjaw Hioeng dan Presiden Solana Gorup David Fordon;
11. MoU tentang Furnitur/Wood Product antara Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan (HIMKI) dan American Hardwood Export Council, ditandatangani oleh Head of Promotion and Marketring for Americas Rudy Hartono dan American Hardwood Export Council Michael Snow.
Dikutip laman resmi setkab.go.id, selama kunjungan kerja ke AS, Presiden Prabowo juga dijadwalkan menghadiri sejumlah agenda penting, di antaranya melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden AS Donald Trump, menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART), serta menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Dewan Perdamaian (Board of Peace) Gaza.
Indonesia Aman, Stabil dan Inklusif
Usai menghadiri acara Gala Iftar Dinner in Honor of H.E. Prabowo Subianto, President of the Republic of Indonesia, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengapresiasi Presiden Prabowo yang tampil di garis depan dalam mempromosikan kerja sama ekonomi Indonesia-AS
“Tadi kita lihat Pak Presiden Prabowo benar-benar ada di depan untuk melakukan tanda kutip kampanye ekonomi kepada Amerika (Serikat). Kita ketahui bahwa rencananya dalam waktu dekat akan ada tanda tangan suatu kerja sama perdagangan yang satu sisi ingin menyeimbangkan perdagangan sekaligus meningkatkan perdagangan. Ini sangat besar,” ujar Anin sapaan akrabnya.
Dijelaskan Anin, selain mendorong keseimbangan neraca perdagangan, Presiden Prabowo juga berfokus pada peningkatan investasi dua arah antara Indonesia dan AS.
“Tapi yang paling penting ialah Indonesia diakui (oleh AS) sebagai negara yang stabil, negara yang aman, negara yang berkembang. Tapi bukan hanya berkembang, berkembang tapi juga inklusif. Atau berkembang bersama-sama, mengangkat kesejahteraan masyarakat secara umum,” lanjut Anin.
Menurut Anin, langkah strategis ini dapat menjadi terobosan besar bagi penguatan posisi Indonesia dalam percaturan ekonomi global.
“Nah saya melihat ini semua bisa memberikan suatu gebrakan yang besar di mana Indonesia tetap kuat berhubungan baik dengan Amerika (Serikat) yang merupakan trading partner kedua terbesar, tapi juga tetap kuat dengan negara-negara lain,” pungkas Anin.