Logo Kadin Indonesia

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

Teken MoU, Indonesia-Polandia Jajaki Peningkatan Kerjasama Bisnis

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Delegasi Bisnis Polandia memperkuat hubungan kerjasama dengan menjajaki peluang bisnis di beberapa sektor. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Arsjad Rasjid mengatakan, Polandia merupakan pemain kunci di Uni Eropa dan pintu gerbang Indonesia ke Pasar Eropa. Ekonomi Polandia yang kuat ditunjang dengan stabilitas politik dapat menjadikan Polandia sebagai tujuan yang menarik bagi investor. Demikian dengan Indonesia, adalah ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan merupakan bagian dari komunitas ASEAN.

“Indonesia dapat menjadi episentrum pertumbuhan global dan rantai pasok masa depan karena sumber daya manusia dan alam kita yang dinamis dan beragam,” kata Arsjad dalam Indonesia-Polandia Business Forum di Jakarta (23/5/2023).

Arsjad mengatakan, potensi ekspansi kerjasama ekonomi diantara Indonesia dan Polandia ada di beberapa sektor diantaranya pertanian, pertambangan, infrastruktur, energi terbarukan, teknologi, dan lainnya.

Untuk menindaklanjuti kerjasama dalam meningkatkan perdagangan dan hubungan investasi, telah ditandatangani nota kesepahaman (MoU) oleh Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid dan Direktur the Polish Investment and Trade Agency Jakarta Office (PAIH), Jacek Kolomyjec disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Luar Negeri Polandia, Wojciech Garwel dan Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional, Bernardino Vega di Jakarta (23/5/2023). Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri Perdagangan RI, Jerry Sambuaga dan Duta Besar Polandia untuk Indonesia, Beata Stoczynska.

Menurut Arsjad, Indonesia telah melakukan beberapa reformasi kebijakan untuk membuat ekonomi lebih atraktif bagi investasi, misalnya Omnibus Law yang dirancang untuk penyederhanaan peraturan sehingga dapat memfasilitasi kebutuhan bisnis.

Indonesia, kata Arsjad, tengah gencar melakukan pembangunan infrastruktur, termasuk pembangunan pelabuhan, bandara, dan jalan tol sebagai upaya untuk menekan biaya logistik. Ini peluang yang signifikan untuk Polandia yang cukup handal dalam transportasi dan logistik.

Selain itu, lanjut Arsjad, Indonesia juga gencar meningkatkan perjanjian perdagangan dengan berbagai negara, termasuk Regional Comprehensive Economic
Partnership (RCEP) dan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) dengan Uni Eropa.

Seiring dengan berlangsungnya Presidensi Indonesia di ASEAN tahun ini, terdapat beberapa prioritas yang terfokus pada perdagangan dan investasi dengan tema “ASEAN Matters: Epicentrum of Growth”.

“Dari sisi bisnis tema tersebut menuju pada sentralitas ASEAN, berinovasi menuju inklusivitas yang lebih besar untuk meningkatkan perdagangan dan investasi intra-ASEAN, mengurangi hambatan tarif dan non-tarif, menyelaraskan prosedur kepabeanan, dan mendorong integrasi ekonomi regional,” terang Arsjad.

Kadin Jateng Dorong TKI dengan Keterampilan Spesifik Manfaatkan Program SSW Jepang
Kadin Jakarta: Eksportir Masih Kaji Insentif Pajak Penempatan DHE SDA
Kadin dan Komisi Informasi Teken MoU Keterbukaan Informasi Bisnis

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry