KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

Temui Menperin, Ketum Kadin Optimistis Industrialisasi Indonesia Kembali Menggeliat dan Libatkan IKM Daerah

Jakarta – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie menilai industrialisasi di Indonesia mulai kembali menggeliat dan membuka peluang lebih luas bagi pelaku industri, termasuk industri kecil dan menengah (IKM) di daerah.

Hal tersebut disampaikan Anindya atau Anin sapaan akrabnya saat melakukan audiensi bersama jajaran pengurus Kadin Indonesia dengan Menteri Perindustrian RI Muhammad Sarmuji di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Senin (02/11/2026).

Usai pertemuan, Anin menyampaikan optimisme terhadap perkembangan industrialisasi nasional. Menurut Anin, berbagai narasi yang berkembang di luar belum sepenuhnya mencerminkan kondisi dan potensi industri di Indonesia.

“Kami datang ke sini tentu untuk menyampaikan optimisme kami, bahwa memang industrialisasi itu sudah kembali menggeliat di Indonesia,” ujar Anin.

Anin menegaskan, Kadin Indonesia berkomitmen mendukung semangat Indonesia Incorporated yang diusung Presiden Prabowo Subianto melalui kolaborasi antara perusahaan besar dan pelaku IKM. Semangat gotong royong dalam pembangunan industri, kata Anin, perlu melibatkan seluruh skala usaha agar manfaat industrialisasi dapat dirasakan lebih merata.

Anin juga mengapresiasi sinergi antara Kementerian Perindustrian RI dan Kadin Indonesia, khususnya dalam membangun keterkaitan dan kesesuaian (link and match) antara kebutuhan industri dan kapasitas dunia usaha. Anin menyebutkan, jaringan Kadin yang mencakup 38 provinsi dan lebih dari 500 kabupaten/kota menjadi modal penting untuk memperluas partisipasi pengusaha daerah dalam agenda industrialisasi nasional.

Anin menambahkan, dari investasi sekitar Rp2.000 triliun per tahun, lebih dari separuhnya merupakan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Potensi tersebut, menurut Anin, perlu terus didorong agar semakin banyak pelaku usaha nasional dapat terlibat dalam program industrialisasi pemerintah.

Lebih lanjut, Anin menekankan bahwa industrialisasi tidak hanya terbatas pada pengembangan industri berskala besar, seperti pengolahan nikel menjadi bahan baku baterai. Pengembangan komoditas lokal seperti sagu, alga, dan kelapa juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi industri bernilai tambah yang melibatkan pengusaha di daerah.

“Industrialisasi bukan saja yang sifat besar, seperti nikel jadi bahan baterai, tapi tadi sagu, alga, kelapa, itu juga merupakan industri yang justru melibatkan teman-teman di daerah untuk naik kelas,” jelas Anin.

Sementara itu Menteri Perindustrian RI Muhammad Sarmuji menilai prospek industri nasional sedang baik, ditandai sejumlah indikator manufaktur yang berada di fase ekspansi. Menurutnya, momentum ini harus dimanfaatkan untuk mendorong industri tumbuh lebih tinggi lagi.

Sarmuji mengungkapkan, Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Oktober 2026 tercatat 53,77, sementara Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia yang dirilis S&P Global mencapai 54,0. Keduanya berada di atas level 50, yang menandakan aktivitas manufaktur berada dalam fase ekspansi. PMI Oktober bahkan menjadi yang tertinggi dalam 31 bulan terakhir.

“Ini menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia sedang baik. Saatnya momentum tersebut kita manfaatkan untuk mendorong industri agar tumbuh lebih tinggi lagi,” terang Sarmuji.

Sarmuji juga mengapresiasi komitmen Kadin dalam memperkuat peran IKM. Menurutnya, perhatian Kadin terhadap pengembangan IKM menjadi modal penting untuk membangun struktur industri yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan, terlebih Kadin memiliki jaringan dunia usaha yang luas, mulai dari perusahaan besar hingga pelaku usaha di berbagai daerah. Kementerian Perindustrian siap memperkuat kolaborasi dengan Kadin, termasuk melalui peningkatan daya saing IKM dan penguatan keterkaitannya dengan industri berskala besar.

“Kesadaran dan perhatian Kadin terhadap industri kecil dan menengah merupakan hal yang luar biasa. Tentu kami menyambut baik dan mendukung langkah tersebut agar semakin banyak IKM yang berkembang dan naik kelas,” tutur Sarmuji.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua Umum Koordinator (WKUK) Bidang Investasi, Hilirisasi, Energi dan Lingkungan Hidup Kadin Indonesia Bobby Gafur Umar, WKUK Bidang Hukum dan HAM, Sarana/Prasarana Kadin Indonesia M. Azis Syamsuddin, Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian Kadin Indonesia Saleh Husin dan Kepala Badan Hubungan Legislatif Kadin Indonesia Adisatrya Sulisto.

Temui Menperin, Ketum Kadin Optimistis Industrialisasi Indonesia Kembali Menggeliat dan Libatkan IKM Daerah
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Dunia Usaha Apresiasi Visi Presiden Prabowo Siapkan Pemimpin Masa Depan, Bangsa Besar Lahir dari Manusia Berkualitas

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry