KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

Pelaku UMKM dan Pekerja Harus Imbangi Perkembangan Digital dengan Keterampilan Mumpuni

Tak hanya menciptakan bisnis baru, perubahan iklim dan teknologi digital yang terus berubah akan memusnahkan bisnis lama. Disamping para pengusaha sibuk menangkap peluang dan berusaha mempertahankan bisnis lama, dampak secara langsungnya akan dirasakan para pekerja bisnis lama, apakah ikut terlikuidasi atau belajar hal-hal baru.

Kadin Indonesia yang diwakili oleh Masbukhin, Ketua Komtap Kerja Sama K/L & industri bersama delegasi dari Kemnaker, Apindo, Serikat Pekerja dan segenap perwakilan negara-negara Asia Pacifik seperti Jepang, India, Malaysia, Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam dan Bangladesh hadir dalam pelatihan yang diselenggarakan oleh ITC (ILO International Labour Organization Training Center), bertajuk “Skills Development and Responsible Business Conduct with ILO” pada tanggal 26-29 Maret 2024.

Pelatihan ini berfokus pada peningkatan kualitas para peserta untuk memberikan saran secara efektif kepada organisasi dan perusahaan mengenai isu-isu yang berkaitan dengan bisnis, hak asasi manusia dan pengembangan keterampilan SDM. Pelatihan ini akan memberikan panduan untuk penerapannya dan dialog di tingkat negara dengan mempertimbangkan peran yang berbeda dari pemerintah, pengusaha dan organisasi pekerja.

“Dengan memasukkan pengembangan keterampilan dan Pembelajaran Seumur Hidup (Life Long Learning/LLL) ke dalam strategi-strategi keberlanjutan perusahaan didasarkan pada konsep Perilaku Bisnis yang Bertanggung Jawab (Responsible Business Conduct/RBC), perusahaan dapat meningkatkan ketahanan, produktivitas, dan daya saing mereka lebih baik,” ungkap Masbukhin.

Untuk melakukan transformasi, lanjutnya, memerlukan sumber daya dan dana yang besar menjadikan pemimpin transformasi merupakan perusahaan-perusahaan besar. Namun, bukan berarti UMKM tidak boleh memimpin.

“Tentu boleh asal resourcenya kuat, minimal cara berpikirnya harus dapat dimengerti. Fungsi perusahaan besar untuk dapat membimbing perusahaan rekanan UMKM agar dapat terlibat dalam arus besar perubahan, termasuk dalam menyiapkan pelatihan karyawan-karyawannya, tidak hanya sekedar formalitas, tapi gerakan masif dan totalitas,” pungkasnya.

Temui Menkes, Kadin Bahas Roadmap Industri Kesehatan Jelang Global One Health Summit 2026
Pemerintah Tegaskan Agreement on Reciprocal Trade (ART) Tetap Menjadi Pegangan Hubungan Perdagangan Indonesia–Amerika Serikat
Iftar Ramadan di Istiqlal, Ketua Umum Kadin Ajak Dunia Usaha Perkuat Ketahanan Ekonomi dan Spiritual

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry