KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

Kadin dan Kemlu Gelar Diplomatic Gatherings, Perkuat Promosi Perdagangan dan Investasi

Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menggelar Diplomatic Gatherings yang berlangsung di Kantor Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Kamis (06/02/2026), sebagai upaya memperkuat kolaborasi promosi perdagangan dan investasi Indonesia dengan negara-negara sahabat.

Pertemuan tersebut dihadiri 83 Duta Besar (Dubes) negara sahabat ataupun perwakilannya antara lain dari China, India, Singapura, Malaysia, Tailan, Vietnam, Uni Eropa, Rusia, Turki, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, Brasil, Meksiko, dan Mesir.

“Dari sisi Kadin kami sangat nyaman dan berterima kasih untuk kerja sama yang telah diberikan dari Kementerian Luar Negeri. Kami selalu berpikir bagaimana agenda Pak Presiden dan agenda tentunya pemerintah bisa didampingi dengan promosi perdagangan dan investasi. Karena kami bersama persetujuan kami tentu sangat membutuhkan perdagangan dan investasi ini sampai kepada level di Kadin Daerah dan juga tentunya UMKM,” ujar Anin sapaan akrabnya.

Anin menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha telah menghasilkan berbagai kesepakatan internasional yang tidak hanya berhenti pada penandatanganan, tetapi juga pada implementasi kerja sama.

“Dan tadi kita bicara betapa kerja sama ini menghasilkan sesuatu yang baik bukan saja tanda tangannya tapi juga aktivasinya mengenai Uni Eropa, mengenai Kanada, Eurasia, dan masih banyak lagi. Dan tadi juga kita bicara dengan banyak duta besar mengatakan masih banyak lagi yang belum kita eksplorasi,” kata Anin.

Menurut Anin, berbagai sektor baik tradisional maupun modern memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam kerja sama internasional, mulai dari industri padat karya hingga hilirisasi mineral kritis.

“Tradisional seperti tentunya sepatu, garmen, elektronik, furniture, palm oil itu jalan terus. Tapi juga hilirisasi dari mineral kritis seperti copper, nikel, bahkan nantinya silika jadi suatu bahan yang dibutuhkan. Baik di barat seperti Amerika (Serikat) maupun Eropa maupun di timur seperti China itu sangat dibutuhkan. Dan ini tidak mungkin kalau kita tidak mendapat dukungan dari pemerintah,” jelas Anin.

Lebih lanjut, Anin juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas perdagangan selain peningkatan nilai transaksi.

“Kita ketahui bahwa jumlah perdagangan di Indonesia 2025 itu totalnya itu 10 sampai 50 miliar dolar AS. Nah ini kita ingin tingkatkan tentunya. Tapi bukan hanya tingkatkan jumlahnya tapi juga kualitasnya. Artinya yang mesti lebih dalam dengan produk-produk yang lain yang baik,” tambah Anin.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemlu RI Deddy Abdi menegaskan bahwa kegiatan Diplomatic Gatherings juga menjadi sarana memperkuat jejaring antara dunia usaha dan perwakilan diplomatik negara sahabat.

“Ini juga forum untuk networking. Karena Kadin juga lengkap punya komite-komite bilateral. Tadi duta besar-duta besar dari negara sahabat yang datang juga sangat senang terhadap kolaborasi ini dimana Indonesia menunjukkan efisiensinya antara government dan dunia bisnis itu bisa satu suara,” tutup Deddy.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Luar Negeri Kadin Indonesia Bernardino M. Vega, jajaran Ketua Komite Bilateral Kadin Indonesia dan jajaran Ketua Komite Tetap Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia.

Presiden Prabowo Gelar Silaturahmi dan Diskusi dengan Tokoh Nasional, Bahas Dampak Perang Iran terhadap Stabilitas dan Ekonomi Dunia
Konflik di Timur Tengah Berpotensi Tekan Pangan dan Ekspor, Kadin Jatim Minta Langkah Cepat dan Terukur
Anindya Bakrie Lantik Pengurus Kadin Kaltim 2025-2030 di Ibu Kota Nusantara

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry