Kupang – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memperkuat dukungan terhadap program Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) untuk memperluas akses pangan bergizi bagi masyarakat wilayah terpencil.
Ketua Umun Kadin Provinsi NTT Bobby Lianto mengatakan, program tersebut mendukung upaya pemerintah menangani stunting sekaligus menggerakkan perekonomian daerah setempat.
Menurut Bobby, terdapat 60 titik Dapur MBG 3T di Timor Tengah Selatan yang sebelumnya belum mendapatkan pengelola pembangunan. Kondisi geografis menjadi tantangan utama karena sejumlah lokasi harus ditempuh melewati sungai, pegunungan, serta akses jalan yang terbatas.
“Ini adalah satu panggilan bagi kita semua,” ujar Bobby di Kupang pada 14 Agustus 2026.
Bobby menjelaskan alasan Kadin mengambil tanggung jawab pembangunan dapur tersebut. Kadin Provinsi NTT bersama jejaringnya kemudian membentuk konsorsium untuk membangn 60 titik yang sebelumnya berpotensi dikembalikan kepada pemerintah pusat.
Selain Timor Tengah Selatan, dukungan pembangunan juga mencakup Rote, Sabu, Ende, Alor, Sumba Timur, Sumba Barat, dan Manggarai di NTT. Secara keseluruhan, hampir 70 unit Dapur MBG 3T masih dalam pembangunan dan belum beroperasi sampai saat ini semuanya.
“Tetapi itulah tantangan yang harus kita ambil demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Bobby.
Pendanaan pembangunan tersebut, menurut Bobby, masih berasal dari dunia usaha, investor, serta anggota Kadin yang berkomitmen mendukung program.
Program dapur MBG 3T kata Bobby, juga dinilai membuka peluang bagi petani dan peternak lokal memasok kebutuhan pangan secara berkelanjutan. Bobby menyebut pasokan lokal membutuhkan proses bertahap karena kebutuhan makanan harus tersedia konsisten dan tidak boleh terus terputus.
“NTT sangat memerlukan yang namanya dapur MBG 3T,” ujar Bobby.
Ia menilai program tersebut menjawab persoalan stunting yang tinggi di daerah ini. Ia berharap pengelola BGN segera menyelesaikan proses pembaruan sistem sehingga dapur yang telah dibangun dapat kembali beroperasi secepatnya.