KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

Bertemu Dubes Republik Cile, Kadin Fokuskan Potensi Impor Ternak Hidup untuk MBG

Jakarta – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie menerima audiensi Duta Besar (Dubes) Republik Cile untuk Indonesia Mario Ignacio Artaza Loyola di Menara Kadin Indonesia pada Kamis (23/04/2026). Pertemuan ini membahas penguatan kerja sama perdagangan dan investasi antar-kedua negara.

Anindya atau Anin sapaan akrabnya, menilai Republik Cile sebagai mitra strategis, terutama karena telah menjadi anggota Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). 

Anin menyebut, pengalaman Republik Cile dapat menjadi referensi bagi Indonesia dalam proses aksesi ke OECD, khususnya dalam meningkatkan investasi.

“(Republik) Cile ini menarik sekali karena (Republik) Cile itu telah masuk OECD. Artinya, manfaatnya (tentu) investasi, disana (OECD) banyak negara-negara yang mempercayakan standar investasi yang lebih tinggi dan ini kita bisa mendapatkan investasi lebih yang kita butuhkan, yang artinya untuk lapangan kerja dan lain-lain,” ujar Anin usai pertemuan.

Anin menambahkan, Indonesia dan Republik Cile juga sama-sama tergabung dalam Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) serta telah memiliki perjanjian dagang Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA) yang perlu terus dioptimalkan.

“Kita mempunyai Comprehensive Economic Partnership Agreement dari 2017 yang kita ingin tingkatkan. Kita banyak ekspor komponen otomotif, lalu juga alas kaki, tapi juga kita mendapatkan banyak produk-produk agrikultur, termasuk lagi berupaya untuk sapi, untuk bisa live cattle (ternak hidup), untuk bisa membantu susu dan juga protein untuk MBG (makan bergizi gratis),” terang Anin.

Sementara itu, Dubes Republik Cile untuk Indonesia Mario Ignacio Artaza Loyola menyampaikan optimisme terhadap peningkatan hubungan ekonomi kedua negara, baik dari sisi perdagangan maupun investasi.

“Kami ingin memperkuat kerja sama yang sudah ada dan mendorong perdagangan yang lebih aktif ke depan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti peluang investasi yang semakin terbuka, termasuk di sektor industri dan hilirisasi.

“Ada ruang besar untuk investasi dari Cile ke Indonesia dan sebaliknya. Proses hilirisasi juga sangat menarik untuk dikembangkan bersama,” kata Mario.

Menurutnya, di tengah persaingan global yang semakin ketat, kolaborasi kedua negara menjadi kunci untuk membuka peluang baru di berbagai sektor.

“Kita hidup di masa di mana kita perlu bekerja sama, untuk mengidentifikasi peluang baru di bidang perdagangan, investasi, dan pengetahuan,” pungkasnya.

Survei Kadin Business Pulse Q1 2026, Anindya Bakrie: Efisiensi Perlu, tapi Harus Cepat Kembali ke Growth
Pelaku Usaha Lebih Menjaga Efisiensi dan Wait and See Hadapi Ketidakpastian Global
Bertemu Dubes Republik Cile, Kadin Fokuskan Potensi Impor Ternak Hidup untuk MBG

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry