KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

Indonesia-Bulgaria Business Meeting Dorong Penguatan Perdagangan dan Investasi, Khususnya Sektor Pertanian

Jakarta – Hubungan ekonomi antara Indonesia dan Bulgaria memiliki peluang besar untuk dikembangkan lebih jauh melalui peningkatan perdagangan, investasi, transfer teknologi, serta kerja sama industri dan pertanian.

Hal tersebut mengemuka dalam Indonesia–Bulgaria Business Meeting yang mempertemukan Alexander Poulev, Deputy Prime Minister and Minister of Economy, Investments and Industry of the Republic of Bulgaria, bersama Tanya Dimitrova, Ambassador of the Republic of Bulgaria, dengan perwakilan dunia usaha Indonesia, termasuk Wakil Ketua Umum Bidang Pertanian Kadin Indonesia, Devi Erna Rachmawati pada Sabtu 12 September 2026.

Pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara dan membuka peluang kerja sama baru yang lebih konkret, khususnya di sektor pertanian, pengolahan pangan, agritech, investasi, kerja sama industri, dan transfer teknologi.

Perdagangan Indonesia–Bulgaria 2025

Data Kementerian Ekonomi, Investasi dan Industri Bulgaria menunjukkan total perdagangan bilateral Indonesia–Bulgaria pada 2025 mencapai 215,5 juta dolar AS, terdiri atas ekspor Bulgaria sebesar 77,8 juta dolar AS dan impor Bulgaria dari Indonesia sebesar 137,7 juta dolar AS. Dengan demikian, berdasarkan statistik Bulgaria, Indonesia mencatat surplus sekitar 59,9 juta dolar AS.

Angka tersebut turun dibandingkan 2024 yang mencapai 638,7 juta dolar AS. Hal ini menunjukkan masih terdapat ruang yang besar untuk meningkatkan kembali perdagangan bilateral.

Sebagai pembanding, data UN Comtrade yang dihimpun Trading Economics mencatat ekspor Indonesia ke Bulgaria pada 2025 sebesar sekitar 147,43 juta dolar AS. Komoditas yang menonjol antara lain cereals sekitar 22,69 juta dolar AS, animal/vegetable fats and oils sekitar 9,87 juta dolar AS, serta coffee, tea, mate and spices sekitar 1,88 juta dolar AS.

Potensi Pertanian Sangat Strategis

Sektor pertanian merupakan salah satu area yang memiliki complementary advantage bagi kedua negara.

Bulgaria merupakan bagian dari pasar Uni Eropa dan memiliki basis pertanian yang kuat. Sekitar 41% wilayah Bulgaria merupakan lahan pertanian, sementara sektor pertanian menyumbang sekitar 4% Gross Value Added dan lebih dari 6% lapangan pekerjaan. Komoditas penting Bulgaria antara lain cereals, oilseeds, protein crops, tobacco, serta produk seperti rose oil, lavender oil, honey, pork, dan poultry.

Sementara itu, Indonesia memiliki pasar domestik yang besar dan kebutuhan pangan yang terus berkembang, sekaligus mempunyai keunggulan komoditas tropis seperti kopi, kakao, rempah, minyak nabati, produk hortikultura, produk perkebunan, dan produk pangan olahan.

Dengan demikian, kerja sama kedua negara tidak hanya dapat diarahkan pada perdagangan komoditas, tetapi juga pembangunan value chain pertanian bersama.

Statistik Komoditas Pertanian 2025

Komoditas Perdagangan 2025
Cereals Indonesia → Bulgaria 22,69 juta dolar AS
Animal/vegetable fats & oils Indonesia → Bulgaria 9,87 juta dolar AS
Coffee, tea, mate & spices Indonesia → Bulgaria 1,88 juta dolar AS
Cocoa & cocoa preparations Indonesia → Bulgaria 1,12 juta dolar AS
Meat/fish/seafood preparations Indonesia → Bulgaria 0,91 juta dolar AS
Bulgarian agricultural exports secara global – cereals 1,71 miliar dolar AS
Bulgarian agricultural exports secara global – oilseeds 881,39 juta dolar AS
Bulgarian agricultural exports secara global – animal/vegetable fats & oils 826,92 juta dolar AS

Data perdagangan komoditas tersebut menunjukkan bahwa cereals, vegetable oils, seeds, coffee, spices, dan processed food merupakan area yang relevan untuk pengembangan perdagangan bilateral.

Peluang Kerja Sama Pertanian Indonesia–Bulgaria

Dalam pertemuan tersebut, terdapat sejumlah peluang strategis yang dapat dikembangkan, antara lain:

  1. Food Security Partnership

Membangun kerja sama untuk memperkuat ketahanan pangan melalui perdagangan dan investasi pada beras dan cereals, jagung, kedelai dan protein nabati, wheat dan produk turunannya, minyak nabati, livestock dan poultry, dairy, serta pangan olahan.

  1. Agritech & Smart Farming

Bulgaria memiliki kemampuan teknologi dan industrial engineering yang dapat dikolaborasikan dengan pasar dan lahan pertanian Indonesia melalui smart farming, precision agriculture, IoT, AI, agricultural machinery, dan digital supply chain. Kerja sama dapat diarahkan pada pembangunan pilot smart farming project di Indonesia.

  1. Seed & Agricultural Biotechnology

Peluang kerja sama juga terbuka dalam research & development benih, varietas unggul, seed technology, biotechnology, climate-resilient crops, soil improvement, biological fertilizer, dan biological pest control. Hal ini relevan dengan agenda peningkatan produktivitas dan modernisasi pertanian Indonesia.

  1. Joint Venture Industri Pangan

Perusahaan Bulgaria dapat membangun production base di Indonesia untuk memasuki pasar ASEAN. Model yang dapat dikembangkan meliputi: Bulgarian Technology + Indonesian Resources + Indonesian Market + ASEAN Market terutama untuk sektor food processing, agricultural inputs, biotechnology, dan machinery.

  1. Ekspor Produk Pertanian Indonesia ke Bulgaria dan Uni Eropa

Indonesia mempunyai peluang memperluas ekspor coffee, cocoa, spices, coconut products, palm-based products, tropical fruits, processed food, herbal products, dan agricultural-based consumer products. Bulgaria dapat menjadi salah satu gateway ke pasar Uni Eropa, dengan tetap memperhatikan persyaratan SPS, food safety, traceability, dan EU standards.

  1. Teknologi Pertanian Bulgaria ke Indonesia

Indonesia dapat menjadi pasar bagi agricultural machinery, irrigation technology, greenhouse technology, post-harvest technology, food processing equipment, agricultural biotechnology, dan cold-chain technology. Salah satu indikator penting adalah investasi Indonesia di Bulgaria.

Menurut Bulgarian National Bank, FDI Indonesia di Bulgaria pada akhir 2025 hanya sekitar 0,47 juta dolar AS.

Angka ini menunjukkan bahwa hubungan investasi kedua negara masih berada pada tahap awal dan memiliki significant untapped potential.

Hal ini sejalan dengan pernyataan Deputy Prime Minister Alexander Poulev pada Agustus 2026 bahwa terdapat “enormous untapped potential” dalam hubungan perdagangan dan investasi Bulgaria–Indonesia. Pemerintah Bulgaria juga mengidentifikasi peluang pada technology transfer, investment, dan joint production.

Bagi Indonesia, peluang investasi Bulgaria dapat diarahkan pada sektor agriculture, food processing, agritech, biotechnology, logistics, manufacturing, dan green industry.

Sementara bagi investor Indonesia, Bulgaria dapat menjadi pintu masuk strategis menuju EU market, khususnya melalui pengembangan produksi, distribusi, dan partnership dengan perusahaan lokal Bulgaria.

Agenda Strategis yang Dapat Didorong Kadin Indonesia

Sebagai tindak lanjut Business Meeting, Kadin Indonesia dapat mendorong pembentukan Indonesia–Bulgaria Agriculture & Investment Working Group dengan fokus pada:

  1. Trade Expansion
    Meningkatkan perdagangan bilateral dan diversifikasi komoditas.
  2. Agriculture Investment
    Mendorong investasi Bulgaria pada sektor pertanian dan food processing Indonesia.
  3. Agritech Transfer
    Mendorong transfer teknologi pertanian dan digital farming.
  4. Joint Venture
    Membangun perusahaan patungan Indonesia–Bulgaria.
  5. Research & Development
    Mendorong kolaborasi universitas, research center, dan perusahaan agritech.
  6. Market Access
    Membuka akses produk Indonesia ke Bulgaria dan pasar Uni Eropa.
  7. Food Security
    Mendorong kerja sama ketahanan pangan dan sustainable agriculture.

Pernyataan Kunci

“Indonesia and Bulgaria have a strong opportunity to transform bilateral relations from conventional trade into a strategic partnership based on agriculture, investment, technology transfer and joint production.”

Kerja sama Indonesia–Bulgaria ke depan diharapkan tidak berhenti pada business meeting, tetapi dapat menghasilkan concrete projects, investment commitments, technology partnerships, dan new market access bagi dunia usaha kedua negara.

Pertemuan ini juga memperkuat posisi sektor pertanian sebagai salah satu strategic bridge dalam hubungan ekonomi Indonesia–Bulgaria.

Indonesia-Bulgaria Business Meeting Dorong Penguatan Perdagangan dan Investasi, Khususnya Sektor Pertanian
Kadin Resmikan Logo Pemenang Sayembara Logo HUT Ke-58 Kadin Indonesia
Dari Importir Menjadi Eksportir, Presiden Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Perkuat Ketahanan Pangan Dunia

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry