Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggelar acara perpisahan bertajuk “A Voyage of Service: Farewell Dinner in Honor of H.E. Andy Rachmianto and Ismi Rohimaningsih” sebagai bentuk apresiasi kepada Duta Besar RI untuk Belgia, Luksemburg, dan Uni Eropa Andy Rachmianto beserta istri, di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (09/05/2026) malam.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyampaikan acara perpisahan ini sebagai apresiasi atas dedikasi dan kontribusi Andy Rachmianto dalam jabatan sebelumnya sebagai Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri RI sekaligus sebagai Kepala Protokol Negara (19 Juni 2020 – 13 April 2026).
“Ketika banyak orang mendengar kata protokol, mereka mungkin hanya memikirkan pengaturan tempat duduk, formalitas, dan tata acara. Namun bagi mereka yang pernah bekerja bersama Pak Andy, protokol sejatinya jauh lebih dalam. Protokol adalah seni menghadirkan rasa hormat secara nyata,” ujar Anin sapaan akrabnya.
Anin menilai sosok Andy Rachmianto merupakan figur penting di balik berbagai keberhasilan diplomasi Indonesia di panggung internasional, meskipun sering kali bekerja tanpa sorotan publik.
“Ada orang-orang yang pekerjaannya begitu penting sehingga ketika mereka melakukannya dengan baik, banyak orang hampir tidak menyadarinya. Mereka bukan orang yang paling lantang di ruangan, tidak mencari sorotan, tetapi ketika mereka hadir semuanya berjalan baik, hubungan menjadi lebih erat, dan Indonesia berdiri lebih tegak. Dan itu adalah Pak Andy Rachmianto,” kata Anin yang langsung disambut tepuk tangan para tamu undangan yang hadir.
Anin mengatakan Kadin Indonesia memiliki kesempatan bekerja erat dengan Andy Rachmianto dalam berbagai agenda internasional penting, mulai dari World Economic Forum di Davos hingga sejumlah kunjungan kenegaraan dan forum bisnis di Eropa maupun Jepang.
“Dalam setiap kesempatan, Pak Andy membantu Indonesia berinteraksi dengan dunia, penuh percaya diri dan kredibilitas,” tegas Anin.
Anin juga menekankan bahwa penugasan baru Andy Rachmianto sebagai Duta Besar RI untuk Belgia, Luksemburg, dan Uni Eropa merupakan posisi strategis di tengah hubungan Indonesia dan Eropa yang memasuki babak baru kerja sama.
“Saya tidak bisa membayangkan sosok yang lebih tepat untuk menjalankan peran penting ini. Pak Andy bukan hanya profesional, tetapi juga pribadi yang hangat, tenang, dan penuh integritas,” kata Anin.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Koordinator (WKUK) Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia James T. Riady mengatakan diplomasi seringkali dipahami hanya sebatas seremoni dan protokoler, padahal terdapat tekanan besar di balik layar yang harus dijalankan dengan presisi tinggi.
“Banyak orang melihat upacara kenegaraan, iring-iringan kendaraan, jamuan makan malam, dan jabat tangan diplomatik. Namun sangat sedikit yang melihat tekanan di balik semuanya. Satu kesalahan kecil dalam urutan protokol atau pengaturan perjalanan bisa menjadi persoalan diplomatik,” ujarnya.
Menurutnya, Andy Rachmianto selama ini mampu menjalankan tugas tersebut dengan ketenangan dan profesionalisme tinggi.
“Petugas protokol terbaik itu seperti wasit dalam pertandingan sepak bola. Jika tidak ada yang menyadari kehadiran Anda, berarti Anda telah menjalankan tugas dengan sangat baik. Dan Pak Andy telah melakukan pekerjaan luar biasa untuk Indonesia selama bertahun-tahun,” katanya.
James juga menilai Andy Rachmianto bukan hanya diplomat yang andal, tetapi juga sosok yang mampu membangun kepercayaan dan hubungan persahabatan.
“Indonesia tidak hanya mengirim diplomat ke Eropa. Indonesia mengirim seseorang yang benar-benar memiliki hati dan tahu bagaimana membangun hubungan,” terangnya.
Sementara itu, Andy Rachmianto mengungkapkan rasa terima kasih atas apresiasi dan dukungan yang diberikan Kadin Indonesia selama dirinya menjalankan tugas sebagai Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler serta Kepala Protokol Negara.
“Perjalanan pengabdian ini memang panjang. Selama hampir enam tahun saya menjalankan tugas sebagai Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler sekaligus Kepala Protokol Negara untuk melayani dua Presiden dengan karakter yang berbeda,” ujarnya.
Ia mengatakan selama menjalankan tugasnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam mencapai tujuan kebijakan luar negeri Indonesia dan membutuhkan dukungan mitra strategis, termasuk Kadin Indonesia.
“Dalam pandangan saya pribadi, Kadin adalah salah satu mitra penting dan terpercaya pemerintah. Kadin selalu bekerja keras bersama kami, khususnya dalam berbagai kunjungan Presiden ke luar negeri,” katanya.
Andy juga menyebut berbagai forum bisnis dan investasi yang digelar di sela-sela kunjungan Presiden ke berbagai negara telah menghasilkan komitmen investasi bernilai miliaran dolar AS bagi Indonesia.
Dan sebagai Duta Besar RI untuk Belgia, Luksemburg, dan Uni Eropa, Andy mengatakan salah satu prioritas utamanya ke depan adalah mendorong penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).
“Saya kira ini akan menjadi KPI (Key Performance Indicator) utama saya. Karena itu saya membutuhkan dukungan penuh dan keberlanjutan dukungan dari Kadin,” pungkas Andy yang juga pernah menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Kerajaan Yordania dan Palestina periode 2017-2020..
Hadir dalam acara tersebut jajaran pengurus Kadin Indonesia di antaranya WKUK Bidang Investasi, Hilirisasi, Energi, dan Lingkungan Hidup Bobby Gafur Umar, WKUK Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan dan Pembangunan Berkelanjutan Shinta W. Kamdani, WKUK Bidang Hukum dan HAM, Sarana/Prasarana M. Azis Syamsuddin dan WKUK Bidang Pengembangan Ekspor Juan Permata Adoe.
Turut hadir Ketua Umum (Ketum) Kadin Provinsi di antaranya Ketum Kadin Provinsi Aceh Muhammad Iqbal Piyeung, Ketum Kadin Provinsi Sumatra Barat Buchari Bachter, Ketum Kadin Provinsi Sumatra Selatan Affandi Udji, Ketum Kadin Provinsi Nusa Tenggara Barat Faurani, Ketum Kadin Provinsi Sulawesi Tengah M. Nur Rahmatu dan Ketua Umum Kadin Provinsi Papua Jacleana Joku.