Semarang – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menggelar acara Halalbihalal dan Silaturahmi dengan mengusung tema “Silaturahmi Kadin Bersama Menuju Indonesia Makin Maju” yang berlangsung di Patra Semarang Hotel & Convention, Semarang, Jateng, pada Kamis (16/04/2026).
Ketua Umum Kadin Provinsi Jateng Harry Nuryanto Soediro dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Halalbihalal ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antar-anggota sekaligus memperkuat kebersamaan dalam membangun dunia usaha di Jateng.
“Halalbihalal ini sebagai ajang untuk bersilaturahmi keluarga besar Kadin (Provinsi) Jawa Tengah serta menjadi wujud syukur atas perjalanan Kadin (Provinsi) Jawa Tengah selama ini,” ujar Harry.
Lebih lanjut, Harry menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jateng atas berbagai dukungan dan kebijakan yang terus mendorong pertumbuhan dunia usaha.
“Kadin (Provinsi) Jawa Tengah berkomitmen untuk terus bersinergi dan mendukung program-program pemerintah, termasuk dalam upaya pengentasan kemiskinan di wilayah Jawa Tengah,” tutur Harry.
Sementara itu, Gubernur Provinsi Jateng Ahmad Lutfi mengajak Kadin untuk berperan aktif dan berkolaborasi dalam mengatasi kemiskinan ekstrem di Jateng.
“Kadin kami minta untuk tampil di depan. Memerangi kemiskinan itu tidak bisa hanya sandang, pangan, papan. Ada kesehatan, ada pendidikan. Kita harus keroyok bersama,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa penanganan kemiskinan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi.
“Rumah kita perbaiki, perut kita isi, kesehatannya kita tangani, anaknya kita sekolahkan. Semua harus jalan bareng,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ia juga menyampaikan sejumlah program strategis Pemerintah Provinsi Jateng, di antaranya renovasi 17.000 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada tahun 2025, serta program Dokter Spesialis Keliling (Dokter Speling) yang menghadirkan layanan kesehatan langsung ke desa-desa.
Ia juga mendorong optimalisasi program Corporate Social Responsibility (CSR) oleh Kadin dan para pelaku usaha untuk membantu masyarakat miskin ekstrem di seluruh kabupaten/kota di Jateng.
“CSR-nya digunakan untuk membantu yang miskin ekstrem di wilayah kita. Kalau tidak kita keroyok ramai-ramai, Jawa Tengah akan begitu-begitu saja,” pungkasnya.