KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

Ketua Umum Kadin Ungkap KUR Perumahan Berpotensi Serap 9 Juta Tenaga Kerja

Jakarta – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Anindya Novyan Bakrie menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam merealisasikan Program 3 Juta Rumah yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Hal tersebut disampaikan Anindya atau Anin sapaan akrabnya dalam acara Pertemuan dan Simposium Gotong Royong Perumahan Warisan Bangsa bertajuk “Perumahan, Motor Pertumbuhan Nasional” yang berlangsung di Balai Sarbini, Lippo Mall Nusantara, Jakarta, pada Selasa (16/09/2025) malam.

Anin menggarisbawahi bahwa sektor perumahan bukan sekadar pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga penggerak utama ekonomi nasional.

“Sektor konstruksi, termasuk perumahan, menyerap 8,1 juta orang atau 6% dari seluruh tenaga kerja di Indonesia. Ini menjadikannya sektor terbesar keempat setelah pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan,” jelas Anin.

Anin memaparkan bahwa setiap pembangunan satu unit rumah dapat menyerap 5 hingga 6 tenaga kerja langsung, dan mendorong lebih dari 140 sektor industri turunan, mulai dari semen, baja, kayu, hingga jasa transportasi.

Namun, Anin juga menyoroti tantangan besar dalam pembiayaan sektor ini, khususnya terkait tingginya biaya modal dan bunga kredit yang dinilai masih memberatkan.

“Ketika bunga kredit terlalu mahal, pengembang enggan membangun rumah. Kontraktor kesulitan membiayai proyek, dan pelaku usaha bahan bangunan tidak dapat meningkatkan pasokan mereka,” kata Anin.

Untuk itu, Kadin lanjut Anin menyambut baik skema subsidi suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk sektor perumahan, yang menurutnya sangat strategis.

“Dengan anggaran Rp130 triliun tahun ini, program KUR perumahan berpotensi menyerap 4 sampai 5 juta tenaga kerja konstruksi. Jika ditambah efek backward linkage ke industri pendukung seperti semen, baja, keramik, furnitur, dan logistik, jumlahnya bisa mencapai 9 juta tenaga kerja,” ungkap Anin.

Selain dukungan pembiayaan, Anin mengungkapkan tantangannya lain adalah rendahnya literasi keuangan dan kurangnya sosialisasi program.

Untuk menjawab hal ini, Anin mengatakan bahwa Kadin telah menggandeng Kementerian PKP dan BPI Danantara dalam menyosialisasikan solusi KUR perumahan, khususnya bagi pelaku UMKM dalam ekosistem perumahan rakyat.

“Kami menyerukan bahwa dari sektor pembangunan, kontraktor, pedagang bahan bangunan, dan KUR siap mengikuti program ini,” tambah Anin.

Anin memberikan apresiasi tinggi kepada PT Bank Nationalnobu Tbk (Nobu Bank) atas inisiasi dan kolaborasinya dalam mendukung ekosistem pembiayaan perumahan rakyat.

Anin juga menyebut konsep besar ini sebagai cerminan visi Indonesia Incorporated yang diusung Presiden Prabowo Subianto, di mana seluruh komponen bangsa, termasuk dunia usaha, harus bergotong royong dan naik kelas bersama.

“Marilah kita wujudkan gotong royong dunia usaha dan pemerintah dalam memperluas akses kredit perumahan, mendukung UMKM, dan bersama-sama memenuhi kebutuhan rumah yang layak dan terjangkau untuk rakyat,” tandas Anin.

Sementara itu Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI Maruarar Sirait, menyampaikan bahwa dukungan dari Kadin sangat dibutuhkan dalam upaya sosialisasi dan implementasi KUR Perumahan.

“Terima kasih atas dukungan Kadin untuk sosialisasi KUR perumahan ini. Karena tantangan kita adalah bagaimana penyerapannya. Bagaimana bisa terserap dalam 3 sampai 4 bulan ke depan,” ujar Maruarar atau Ara sapaan akrabnya.

Pemerintah, lanjut Ara telah mengeluarkan sejumlah kebijakan strategis untuk mendukung percepatan tersebut, di antaranya penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) Bank Indonesia dari 5% menjadi 4%, dan program burden sharing sebesar Rp130 triliun.

“Jadi, tantangan kita adalah soal penyerapan yang berkualitas. Supaya Danantara dan perbankan makin percaya bahwa sektor perumahan ini siap mendukung pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja,” jelas Ara.

Lebih lanjut, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal RI Rosan Roeslani menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada keberanian dan kesiapan sektor swasta dalam mengelola dana yang tersedia.

“Kunci keberhasilan program ini ada pada sektor swasta. Private sector harus mampu menyerap, mengelola, dan dengan berani sekaligus bijak menggunakan dana yang tersedia untuk membangun,” kata Rosan.

Sejalan dengan hal tersebut, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI Ferry Irawan, menegaskan pentingnya sektor perumahan dalam mendukung target ambisius Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen dalam lima tahun ke depan.

“Di 2025 target pertumbuhannya itu di 5,2%, nanti di 2026 itu 5,4%, dan selanjutnya. Sehingga kita harapkan di dalam lima tahun ke depan itu bisa mencapai 8 persen sesuai dengan target,” jelas Ferry yang hadir mewakili Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto.

Dari sisi perbankan, Direktur Utama Nobu Bank Suhaimin Johan menyampaikan bahwa pihaknya telah memulai persiapan sejak dini untuk menyambut implementasi KUR Perumahan. Ia mengimbau seluruh pelaku sektor terkait untuk segera membangun pipeline proyek masing-masing.

“Mulailah prosesnya sejak sekarang. Lakukan persiapan, rangkul peluang, dan bangun pipeline proyek masing-masing. Dengan begitu, ketika KUR Perumahan diluncurkan, closing transaksi bisa terjadi seketika,” ujarnya.

Turut hadir dalam acara tersebut jajaran pengurus Kadin Indonesia di antaranya Wakil Ketua Umum Koordinator (WKUK) Bidang Luar Negeri James T. Riady, WKUK Bidang Pangan Mulyadi Jayabaya, WKUK Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Carmelita Hartoto, WKU Bidang Pengembangan Infrastruktur Strategis dan Pembangunan Pedesaan serta Transmigrasi Thomas Jusman, Plt Kepala Satgas MBG Gotong Royong Kadin Indonesia Chandra Tirta Wijaya, Direktur Eksekutif Sekretariat Kadin Indonesia Pipin Moch Saiful Arifin, serta Ketua Pengurus Kadin Indonesia Institute Mulya Amri.

Ketum Kadin Anindya Bakrie: Perlu Iklim Kondusif agar “Ayam” Tidak Stres, Terus Bertelur untuk Membuka Lapangan Kerja
Dr Aviliani: Pemerintah Perlu Memberikan Perhatian kepada 75 Juta Kelompok Menengah-Bawah
Ekonom Joshua Pardede: Dengan Kemudahan Investasi dan Efisiensi, Pertumbuhan Ekonomi 2026 Menembus 5,4%

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry