Denpasar – Dalam upaya memperluas jejaring akademik internasional dan memperkenalkan potensi ekonomi daerah, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Bali Made Ariandi, menerima kunjungan studi dari delegasi The Hong Kong Polytechnic University (PolyU) pada Kamis (15/012026).
Kunjungan yang melibatkan 17 mahasiswa dan 1 pendamping akademik ini, bertujuan untuk membedah ekosistem ekonomi Bali serta menjajaki peluang kolaborasi strategis di sektor vokasi.
Dalam kesempatan tersebut, Made Ariandi memaparkan terkait bagaimana Bali berhasil bangkit setelah hantaman pandemi. Ia menekankan bahwa ekonomi Bali kini tidak lagi hanya bersandar pada “satu kaki” pariwisata saja.
”Kami sedang mengimplementasikan transformasi ekonomi melalui konsep Ekonomi Kerthi Bali. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem yang lebih tangguh dengan menyeimbangkan sektor pertanian, industri kreatif, dan digital nomad, di samping pariwisata budaya yang tetap menjadi tulang punggung,” ujar Made Ariandi.
Lebih lanjut, Kadin Provinsi Bali menjelaskan peran krusial organisasi sebagai jembatan antara pelaku usaha dan pemerintah. Made Ariandi menggarisbawahi beberapa poin penting yaitu:
Advokasi Kebijakan: Kadin Indonesia dan Kadin Provinsi Bali berperan aktif memastikan regulasi daerah mendukung kemudahan investasi asing tanpa menggerus identitas lokal.
Standardisasi SDM: Untuk menghadapi persaingan global, Kadin terus mendorong sertifikasi kompetensi tenaga kerja lokal agar mampu bersaing dengan tenaga kerja asing.
Digitalisasi UMKM: Mendorong pelaku usaha mikro untuk masuk ke ekosistem digital agar produk lokal Bali dapat menembus pasar internasional, termasuk pasar Hong Kong.
Fokus pada Pendidikan Vokasi dan SDM
Salah satu sorotan utama dalam pertemuan ini adalah potensi kerjasama di bidang pendidikan vokasi. Mengingat PolyU memiliki reputasi global dalam pendidikan praktis, Made Ariandi melihat peluang besar bagi Bali untuk melakukan knowledge sharing.
”Strategi pengembangan SDM kami berfokus pada link-and-match antara kurikulum pendidikan dan kebutuhan industri. Kami sangat terbuka untuk kolaborasi magang atau riset bersama mahasiswa Hong Kong untuk membawa perspektif baru ke industri kreatif kami,” tutup Made Ariandi.