KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

Sektor Ekonomi Halal Diperkirakan Siap Tembus 8 Triliun Dolar AS, Kadin Ajak B57+ Perkuat Kolaborasi Global

Jakarta – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyampaikan dukungan terhadap penguatan kerja sama ekonomi Islam di kawasan Asia Pasifik dalam acara Halalbihalal B57+ Asia-Pacific Regional Chapter bertajuk Strengthening Islamic Economic Synergy: From Ukhuwah to Global Economic Partnership yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Rabu (22/04/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Anin sapaan akrabnya mengucapkan selamat kepada Arsjad Rasjid atas penunjukannya sebagai Chairman B57+ Asia-Pacific Regional Chapter. Menurutnya, hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia karena cakupan Asia Pasifik tidak hanya meliputi Asia Tenggara, tetapi seluruh kawasan Asia Pasifik.

“Ini adalah kebanggaan bagi Indonesia. Asia Pasifik bukan hanya Indonesia atau Asia Tenggara, tetapi seluruh kawasan, dan memiliki wakil yang tepat seperti Pak Arsyad tentu patut kita dukung dan banggakan,” ujar Anin.

Anin menyoroti besarnya potensi ekonomi Islam secara global. Berdasarkan data yang disampaikan, dalam tiga hingga empat tahun ke depan nilai sektor halal diperkirakan mencapai lebih dari 3 triliun dolar AS, sementara aset keuangan syariah berada di kisaran 5 hingga 8 triliun dolar AS.

Lebih lanjut, Anin menegaskan bahwa Indonesia saat ini membutuhkan narasi pertumbuhan ekonomi yang kuat. Sejalan dengan target pemerintah untuk mencapai pertumbuhan hingga 8 persen, Indonesia juga menghadapi tantangan global yang kompleks sehingga membutuhkan mitra strategis yang kuat dan saling mendukung.

“Indonesia saat ini membutuhkan growth story yang kuat. Presiden menargetkan pertumbuhan bertahap menuju 8 persen, dan dalam situasi global yang penuh tantangan, kita membutuhkan mitra yang banyak, yang reliable, dan memiliki semangat untuk maju bersama,” kata Anin.

Menurut Anin, B57+ merupakan kelompok strategis yang tidak hanya beranggotakan negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), tetapi juga terhubung dengan Islamic Chamber of Commerce and Development, sehingga memiliki potensi besar sebagai mitra dalam pengembangan industri halal.

“Ini adalah reliable dan prospective partner untuk mengembangkan industri halal dan Islamic finance. Indonesia sebagai negara muslim terbesar membutuhkan kesejahteraan yang bisa dirasakan hingga ke pelosok daerah,” terang Anin.

Sementara itu, Chairman B57+ Asia-Pacific Regional Chapter Arsjad Rasjid mengatakan bahwa ekonomi halal kini menjadi “bahasa bisnis” yang bersifat universal. Artinya, sektor ini tidak hanya ditujukan bagi komunitas Muslim, tetapi juga diterima secara luas karena menawarkan nilai transparansi dan jaminan kualitas.

Namun, ia mengingatkan, besarnya potensi tersebut belum sepenuhnya terkonversi menjadi manfaat ekonomi. Salah satu tantangan utama adalah belum kuatnya konektivitas antarnegara, khususnya di antara anggota OKI dan mitra strategisnya.

“Kita melihat ini terjadi di seluruh dunia, di sektor pariwisata, supply chain, hingga keuangan syariah yang berkembang pesat di berbagai negara. Ekonomi halal adalah bahasa bisnis yang semakin universal inklusif, tumbuh, dan relevan bagi semua,” pungkas Arsjad yang juga merupakan Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia.

Hadir dalam acara tersebut Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Teuku Riefky Harsya dan Wakil Ketua Umum Bidang Riset dan Teknologi Kadin Indonesia Ilham Akbar Habibie.

Survei Kadin Business Pulse Q1 2026, Anindya Bakrie: Efisiensi Perlu, tapi Harus Cepat Kembali ke Growth
Pelaku Usaha Lebih Menjaga Efisiensi dan Wait and See Hadapi Ketidakpastian Global
Bertemu Dubes Republik Cile, Kadin Fokuskan Potensi Impor Ternak Hidup untuk MBG

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry