Lampung Timur – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Pertanian, Kadin Provinsi Lampung, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Pemerintah Daerah Lampung Timur menjalin kolaborasi strategis dalam pengembangan kawasan alpukat seluas 360 hektare melalui program peningkatan kualitas dan kuantitas produksi berbasis pertanian organik bersama kelompok tani di Lampung Timur, Provinsi Lampung pada Sabtu (16/05/2026).
Program kolaboratif ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat ekosistem pertanian berkelanjutan, meningkatkan daya saing komoditas alpukat lokal, sekaligus membuka peluang hilirisasi dan ekspor produk pertanian unggulan Lampung Timur.
Adapun fokus utama kerja sama meliputi pendampingan riset dan inovasi budidaya alpukat produktif, penerapan teknologi pertanian modern dan ramah lingkungan, penguatan kapasitas kelompok tani, pengembangan pupuk organik dan sistem budidaya berkelanjutan, peningkatan produktivitas dan kualitas buah alpukat, hingga persiapan serta pendampingan menuju sertifikasi organik.
Wakil Ketua Umum Bidang Pertanian Kadin Indonesia sekaligus Ketua Umum Himpunan NEXTANI Indonesia Devi Erna Rachmawati, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya membangun ketahanan pangan, memperkuat hilirisasi pertanian, dan meningkatkan kesejahteraan petani melalui pendekatan riset, inovasi, dan kemitraan strategis.
“Kami ingin mendorong pertanian yang modern, sehat, dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi ini, pengembangan alpukat organik di Lampung Timur diharapkan mampu menjadi model pertanian terintegrasi dari hulu hingga hilir, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ekonomi daerah,” ujar Devi.
Program ini lanjut Devi, juga menjadi momentum penting dalam mendorong transformasi sektor pertanian Lampung Timur menuju pertanian modern, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Sementara itu, keterlibatan BRIN kata Devi diharapkan mampu menghadirkan solusi berbasis teknologi dan penelitian guna meningkatkan produktivitas alpukat secara berkelanjutan dengan standar pertanian organik.
“Melalui sinergi antara pemerintah, lembaga riset, dunia usaha, dan petani, kawasan alpukat Lampung Timur diharapkan dapat menjadi salah satu sentra alpukat organik unggulan nasional dengan nilai ekonomi tinggi serta berorientasi pada pasar domestik maupun internasional,” pungkas Devi.