KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

Kadin Jatim Dorong Kolaborasi Investasi Antar-Provinsi, Kolaka Utara Fokus Hilirisasi Agribisnis

Surabaya – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Jawa Timur (Jatim) terus memperkuat kolaborasi antar-provinsi guna mendorong pertumbuhan investasi dan perdagangan daerah. Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui audiensi bersama Konsultan Ekonomi dan Investasi Kabupaten Kolaka Utara dari “Tenggara Strategics” Amran Silalahi, di Kantor Sekretariat Kadin Provinsi Jatim, Surabaya, Jatim, Jumat (08/05/2026).

Wakil Ketua Umum Bidang Jaringan Usaha Antar-Provinsi Kadin Provinsi Jatim Diar Kusuma Putra, mengatakan pembangunan ekonomi daerah membutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pihak pendukung lainnya.

Menurutnya, Kadin Provinsi Jatim bersama Pemerintah Provinsi Jatim selama lima tahun terakhir aktif melakukan kunjungan antar-provinsi melalui konsep misi dagang, termasuk ke Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Pembangunan ekonomi daerah tidak dapat dijalankan pemerintah sendiri tanpa dukungan dunia usaha dan pendampingan dari berbagai pihak. Kadin bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur sudah lima tahun melakukan kunjungan antar-provinsi, termasuk ke Sulawesi Tenggara, melalui konsep misi dagang,” ujar Diar.

Diar menilai langkah Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara membuka komunikasi investasi merupakan langkah strategis. Sebab, pemerintah memiliki peran penting sebagai fasilitator yang memberikan kepastian dan kemudahan bagi pelaku usaha maupun investor.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dunia usaha memiliki tantangan yang besar dengan target yang berbeda-beda sehingga membutuhkan dukungan nyata, khususnya dalam kemudahan regulasi dan perizinan investasi,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Minyak dan Gas Kadin Provinsi Jatim Tri Prakoso, menekankan pentingnya kesiapan data pendukung ketika pemerintah daerah menawarkan peluang investasi kepada calon investor.

Menurutnya, investor membutuhkan gambaran menyeluruh terkait kondisi riil daerah, mulai dari jalur distribusi, infrastruktur logistik, tenaga kerja, hingga fasilitas yang akan diberikan pemerintah daerah.

“Ketika menawarkan investasi, perlu disiapkan data yang detail terkait distribusi, infrastruktur logistik, kondisi riil daerah, tenaga kerja, serta fasilitas yang dapat diberikan kepada investor,” terangnya.

Di sisi lain, Konsultan Ekonomi dan Investasi Kabupaten Kolaka Utara dari “Tenggara Strategics” Amran Silalahi, mengatakan kunjungan tersebut menjadi sarana belajar sekaligus memperkuat kolaborasi dengan Kadin Provinsi Jatim yang dinilai memiliki pengalaman besar sebagai pusat perdagangan nasional, khususnya kawasan Indonesia Timur.

“Dari diskusi tadi, kami banyak belajar dari teman-teman Kadin (Provinsi) Jatim. Potensi dan kolaborasi memang perlu terus didorong dan didukung, baik oleh pemerintah daerah maupun pelaku usaha,” ujar Amran.

Amran menjelaskan, salah satu sektor yang akan ditawarkan kepada investor adalah hilirisasi agribisnis. Selama ini, berbagai komoditas unggulan Kolaka Utara seperti kakao, kelapa, cengkeh, gula aren, hingga kemiri masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah tanpa pengolahan lanjutan.

“Potensi pertanian dan perkebunan Kolaka Utara sangat besar. Selama ini komoditas tersebut masih dijual dalam bentuk mentah ke Makassar maupun Surabaya. Melalui hilirisasi, kami ingin menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat dan pemerintah daerah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Kolaka Utara Andi Khaerul Rijal, menilai forum investasi tersebut menjadi momentum penting bagi daerahnya karena merupakan kegiatan promosi investasi pertama yang dilakukan di luar Sulawesi Tenggara.

“Ini menjadi momentum penting bagi pemerintah kabupaten. Mungkin ini pertama kalinya dilakukan oleh kabupaten di Sulawesi Tenggara di luar wilayahnya,” ujar Andi.

Menurutnya, forum tersebut menjadi pintu masuk strategis untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus menarik investasi, baik dari dalam maupun luar negeri.

Andi menambahkan, investasi di Kolaka Utara saat ini masih didominasi sektor pertambangan, sementara sektor agribisnis belum banyak tersentuh investor. Karena itu, pemerintah daerah kini fokus mempromosikan sektor agribisnis, khususnya komoditas kelapa dan kakao yang menjadi unggulan daerah.

Terkait kesiapan daerah, Andi memastikan Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara siap memberikan kemudahan penuh bagi investor, mulai dari proses perizinan hingga pendampingan ke pemerintah pusat.

“Pemerintah kabupaten siap memberikan karpet merah bagi investor yang ingin berinvestasi di Kolaka Utara. Pendampingan tidak hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga hingga ke pemerintah pusat,” pungkasnya.

Kadin Gelar Farewell Dinner untuk Andy Rachmianto, Anindya Bakrie Soroti Era Baru Kemitraan Indonesia-Eropa
Anindya Bakrie Ungkap Indonesia Punya Modal Kuat Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Dunia
Kadin Jatim Dorong Kolaborasi Investasi Antar-Provinsi, Kolaka Utara Fokus Hilirisasi Agribisnis

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry

KADIN INDONESIA

Indonesian Chamber of Commerce and Industry